Ciri kanker tulang, nyeri pada tulang sering dikaitkan dengan kelelahan, benturan, kegiatan olahraga, atau pertambahan usia. Keluhan tersebut memang lebih banyak disebabkan oleh cedera dan gangguan sendi. Namun, rasa sakit yang terus bertahan, semakin berat pada malam hari, disertai pembengkakan, atau muncul tanpa penyebab jelas perlu memperoleh perhatian.
Kanker tulang adalah pertumbuhan sel ganas yang bermula dari jaringan tulang. Penyakit ini tergolong jarang. Kanker yang berasal langsung dari tulang berbeda dengan kanker payudara, paru, prostat, atau organ lain yang kemudian menyebar menuju tulang. Kanker yang menyebar tetap dinamai berdasarkan organ tempat sel ganas pertama kali terbentuk.
Ciri kanker tulang dapat berbeda menurut jenis, ukuran, dan lokasi tumor. Nyeri merupakan keluhan yang paling banyak ditemukan. Tanda lain meliputi benjolan, pembengkakan, gangguan gerak, tulang patah setelah cedera ringan, kelelahan, serta penurunan berat badan tanpa sebab. Berbagai ciri tersebut tidak dapat memastikan diagnosis tanpa pemeriksaan dokter.
Kanker Tulang Primer Berbeda dari Penyebaran Kanker
Kanker tulang primer bermula pada sel yang membentuk tulang atau tulang rawan. Jenis yang banyak dikenal adalah osteosarkoma, kondrosarkoma, dan sarkoma Ewing. Setiap jenis mempunyai kelompok usia serta lokasi kemunculan yang berbeda.
Osteosarkoma lebih sering ditemukan pada anak, remaja, dan dewasa muda. Tumor ini kerap berkembang pada tulang panjang, terutama di sekitar lutut dan bahu. Kondrosarkoma lebih banyak ditemukan pada orang dewasa dan bermula dari sel pembentuk tulang rawan. Sarkoma Ewing lebih sering menyerang anak serta remaja, meskipun dapat pula ditemukan pada orang dewasa.
Penyebaran kanker dari organ lain menuju tulang lebih sering terjadi dibandingkan kanker tulang primer. Kondisi ini dapat memunculkan nyeri, tulang rapuh, patah tulang, tekanan pada saraf tulang belakang, atau peningkatan kadar kalsium dalam darah. Penanganannya akan mengikuti jenis kanker asal, bukan diperlakukan sebagai kanker tulang primer.
Nyeri Tulang Menetap Menjadi Ciri yang Paling Sering Muncul
Rasa sakit pada area tumor merupakan ciri paling umum. Pada awalnya, nyeri dapat datang dan pergi. Keluhan mungkin terasa ketika tulang digunakan, misalnya saat berjalan apabila tumor berada pada tungkai. Rasa sakit juga dapat menjadi lebih jelas pada malam hari atau ketika tubuh sedang beristirahat.
Seiring pertumbuhan tumor, nyeri dapat berlangsung lebih lama dan terasa semakin kuat. Obat pereda nyeri biasa mungkin hanya membantu sementara. Kegiatan yang sebelumnya mudah dilakukan dapat mulai menimbulkan rasa sakit, sedangkan waktu tidur terganggu karena penderita sulit menemukan posisi nyaman.
Nyeri kanker tulang tidak mempunyai satu bentuk khusus. Sebagian penderita menggambarkannya sebagai sakit tumpul yang dalam. Orang lain merasakan tekanan, tusukan, atau nyeri yang seolah berasal dari bagian tengah tulang. Lokasinya dapat berada di lengan, tungkai, panggul, tulang rusuk, bahu, atau tulang belakang.
Nyeri yang menetap tidak selalu disebabkan kanker. Radang sendi, cedera otot, infeksi, osteoporosis, gangguan saraf, dan penyakit tulang lain dapat menimbulkan keluhan serupa. Pemeriksaan diperlukan ketika rasa sakit tidak mempunyai penyebab jelas, tidak membaik, atau terus berkembang.
“Menurut penulis, pola perubahan nyeri lebih penting daripada satu kali rasa sakit. Keluhan yang semakin sering, membangunkan tidur, dan membatasi gerak layak diperiksa.”
Nyeri pada Malam Hari Tidak Boleh Dinilai Sendirian
Sakit tulang yang terasa lebih berat pada malam hari sering disebut sebagai salah satu tanda yang perlu dicermati. Meski demikian, ciri tersebut tidak boleh digunakan sendirian untuk menyimpulkan adanya kanker. Posisi tidur, radang sendi, cedera lama, dan penggunaan otot sepanjang hari juga dapat memperberat nyeri malam.
Kecurigaan meningkat apabila rasa sakit malam berlangsung berulang, tidak berkaitan dengan kegiatan tertentu, dan disertai keluhan lain. Pembengkakan, benjolan, kelemahan anggota tubuh, penurunan berat badan, atau kesulitan berjalan membuat pemeriksaan menjadi semakin penting.
Pada anak dan remaja, keluhan tersebut kadang dianggap sebagai nyeri pertumbuhan. Nyeri pertumbuhan biasanya dirasakan pada kedua tungkai, tidak disertai benjolan, dan tidak terus memburuk pada satu titik. Rasa sakit yang selalu berada di tempat sama, menyebabkan pincang, atau disertai pembengkakan perlu dibawa kepada tenaga medis.
Orang tua dapat mencatat waktu munculnya nyeri, lokasi yang terkena, kegiatan pemicu, serta apakah anak terbangun saat malam. Catatan sederhana tersebut membantu dokter menilai pola keluhan dan menentukan pemeriksaan lanjutan.
Benjolan dan Pembengkakan Dapat Muncul di Sekitar Tulang
Tumor yang membesar dapat membentuk benjolan atau pembengkakan pada bagian tubuh yang terkena. Benjolan mungkin terasa padat, lunak, hangat, atau nyeri ketika disentuh. Kulit di atasnya kadang tampak kemerahan, tetapi perubahan warna tidak selalu terjadi.
Pembengkakan dapat muncul beberapa waktu setelah nyeri mulai terasa. Pada tulang yang letaknya dekat permukaan kulit, seperti tulang kering atau lengan, perubahan lebih mudah terlihat. Tumor pada panggul, tulang belakang, atau dada dapat berkembang lebih lama sebelum membentuk benjolan yang dapat diraba.
Ukuran benjolan tidak menunjukkan tingkat keganasan secara langsung. Tumor jinak, kista, infeksi, dan bekas cedera juga dapat menghasilkan pembengkakan. Dokter perlu menilai bentuk, kedalaman, pertumbuhan, dan hubungannya dengan jaringan di sekitar.
Benjolan yang terus membesar, terasa keras, tidak bergerak, atau berada dekat tulang perlu diperiksa. Tindakan memijat kuat atau menusuk benjolan tanpa penilaian medis sebaiknya dihindari karena dapat memperparah nyeri dan menyulitkan penanganan.
Pergerakan Sendi Berkurang dan Tubuh Mulai Pincang
Tumor yang tumbuh dekat sendi dapat membuat gerakan terasa kaku dan menyakitkan. Penderita mungkin mengalami kesulitan menekuk lutut, mengangkat lengan, memutar bahu, atau menggunakan anggota tubuh seperti biasanya.
Apabila tumor berada di tulang tungkai, seseorang dapat berjalan pincang untuk mengurangi tekanan pada bagian yang sakit. Anak mungkin enggan berlari, berhenti mengikuti olahraga, atau sering meminta digendong. Pada orang dewasa, kegiatan naik tangga dan berdiri lama dapat semakin sulit.
Keterbatasan gerak juga bisa berasal dari radang sendi, cedera ligamen, infeksi, atau gangguan otot. Ciri yang perlu dicermati adalah perubahan kemampuan bergerak yang berlangsung terus dan tidak membaik setelah waktu pemulihan yang wajar.
Sendi yang terasa kaku bersama benjolan atau nyeri malam memerlukan penilaian lebih lanjut. Dokter biasanya membandingkan gerakan sisi yang sakit dengan sisi sehat, menilai kekuatan otot, dan memeriksa apakah pembengkakan berasal dari tulang atau jaringan lunak.
Tulang Dapat Patah Setelah Cedera yang Sangat Ringan
Pertumbuhan tumor dapat merusak jaringan tulang normal dan mengurangi kekuatannya. Tulang yang melemah menjadi lebih mudah retak atau patah. Keadaan ini disebut patah tulang patologis, yaitu patah pada tulang yang telah mengalami gangguan sebelumnya.
Patah tulang dapat terjadi setelah jatuh ringan, gerakan sederhana, atau kegiatan yang biasanya tidak menyebabkan cedera berat. Sebagian orang mengalami nyeri tajam secara mendadak pada area yang sebelumnya telah terasa sakit selama beberapa minggu atau bulan.
Kanker bukan satu satunya penyebab tulang rapuh. Osteoporosis, infeksi tulang, gangguan hormon, dan penggunaan obat tertentu juga dapat meningkatkan risiko patah tulang. Foto rontgen dan pemeriksaan lain diperlukan untuk mencari penyebab kelemahan tersebut.
Nyeri hebat mendadak, perubahan bentuk anggota tubuh, ketidakmampuan berdiri, atau kesulitan menggerakkan bagian yang cedera memerlukan pertolongan medis segera. Bagian tubuh yang dicurigai patah tidak boleh dipijat atau dipaksa kembali ke posisi semula.
Kanker pada Tulang Belakang Bisa Menekan Saraf
Tumor pada tulang belakang dapat menekan saraf atau sumsum tulang belakang. Keluhannya dapat berupa sakit punggung, rasa kebas, kesemutan, kelemahan tangan atau kaki, serta perubahan kemampuan berjalan. Gejala yang muncul bergantung pada lokasi tekanan.
Tekanan berat pada sumsum tulang belakang merupakan keadaan darurat. Penderita dapat mengalami kelemahan yang berkembang cepat, kehilangan keseimbangan, kesulitan berdiri, mati rasa di sekitar bokong, atau kehilangan kendali buang air kecil dan buang air besar.
Keluhan tersebut tidak boleh ditunggu sampai jadwal pemeriksaan rutin. Penanganan cepat dibutuhkan untuk mengurangi risiko kerusakan saraf menetap. Pemeriksaan pencitraan biasanya diperlukan untuk melihat keadaan tulang belakang dan jaringan saraf.
Sakit punggung sangat umum serta lebih sering disebabkan gangguan otot atau tulang belakang nonkanker. Namun, nyeri yang terus memburuk, terasa pada malam hari, disertai kelemahan, atau muncul pada orang dengan riwayat kanker perlu dinilai segera.
Kelelahan dan Berat Badan Turun Dapat Menyertai Penyakit
Sebagian penderita kanker tulang mengalami kelelahan yang tidak membaik setelah beristirahat. Tubuh dapat terasa lemah, kemampuan berkegiatan menurun, dan konsentrasi terganggu. Penurunan berat badan tanpa perubahan pola makan juga dapat muncul.
Gejala umum tersebut tidak selalu ditemukan pada tahap awal. Pada sarkoma Ewing, penderita terkadang mengalami demam, berkeringat, atau merasa tidak sehat. Keluhan ini dapat menyerupai infeksi, terutama apabila pembengkakan tampak merah dan hangat.
Kelelahan dan berat badan turun mempunyai banyak kemungkinan penyebab, termasuk anemia, gangguan tiroid, infeksi, masalah pencernaan, dan tekanan psikologis. Penilaian harus melihat seluruh perubahan yang terjadi, bukan hanya satu gejala.
Pemeriksaan diperlukan apabila berat badan terus menurun, selera makan berkurang, atau kelelahan mulai mengganggu pekerjaan dan sekolah. Informasikan pula apabila terdapat nyeri tulang pada lokasi tertentu atau pembengkakan yang semakin terlihat.
Lokasi Tumor Memengaruhi Bentuk Keluhan
Kanker tulang dapat berkembang pada tulang mana pun. Lokasi yang sering terkena meliputi tulang panggul, tulang rusuk, serta tulang panjang pada lengan dan tungkai. Tumor di setiap lokasi dapat memberikan keluhan berbeda.
Pada tumor di sekitar lutut dapat menyebabkan nyeri saat berjalan, pincang, dan pembengkakan. Tumor pada bahu atau lengan atas dapat menimbulkan kesulitan mengangkat barang. Kanker pada panggul mungkin terasa sebagai nyeri pinggul, pangkal paha, bokong, atau punggung bawah.
Tumor pada tulang rusuk dapat menimbulkan benjolan atau rasa sakit saat menarik napas dan bergerak. Tumor di tulang leher dapat menekan tenggorokan sehingga muncul kesulitan menelan atau bernapas.
Lokasi yang dalam seperti panggul lebih sulit diperiksa dengan meraba tubuh. Nyeri dapat terasa tidak jelas dan dianggap berasal dari otot. Keluhan yang menetap pada satu lokasi tetap perlu disampaikan secara terperinci kepada dokter.
Cedera Tidak Menyebabkan Kanker, tetapi Bisa Membuat Keluhan Terlihat
Sebagian orang baru menyadari nyeri atau benjolan setelah terjatuh dan mengira cedera tersebut menyebabkan kanker. Dalam banyak keadaan, benturan hanya menarik perhatian pada area yang sebelumnya telah mengalami perubahan.
Cedera olahraga dapat menghasilkan rasa sakit, memar, dan pembengkakan yang sangat mirip dengan gejala tumor. Bedanya, cedera ringan biasanya membaik secara bertahap dengan istirahat dan penanganan yang sesuai. Nyeri yang terus memburuk atau kembali setelah pemulihan perlu diperiksa.
Keterangan mengenai benturan tetap penting disampaikan kepada dokter. Waktu cedera, kekuatan benturan, perubahan warna kulit, dan kemampuan bergerak dapat membantu membedakan gangguan jaringan lunak dari kelainan pada tulang.
“Menurut penulis, kesalahan yang perlu dihindari adalah terus menyalahkan cedera lama ketika nyeri justru semakin berat dan disertai benjolan.”
Gejala Tidak Dapat Memastikan Kanker Tanpa Pemeriksaan
Dokter akan menanyakan lokasi nyeri, waktu kemunculan, riwayat cedera, perubahan ukuran benjolan, dan gangguan gerak. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat pembengkakan, menilai kekuatan anggota tubuh, serta memeriksa fungsi sendi.
Foto rontgen sering menjadi pemeriksaan awal karena dapat memperlihatkan perubahan bentuk tulang. Apabila ditemukan kelainan, MRI dapat digunakan untuk melihat ukuran tumor dan jaringan di sekitarnya. CT scan, pemindaian tulang, atau PET scan dapat dipilih untuk menilai bagian tubuh lain.
Temuan pada pencitraan belum selalu memastikan bahwa sebuah tumor bersifat ganas. Infeksi, patah tulang, dan tumor jinak dapat menghasilkan gambaran yang menyerupai kanker. Pemeriksaan jaringan melalui biopsi diperlukan untuk mengetahui jenis sel.
Biopsi pada dugaan kanker tulang perlu direncanakan oleh tim yang memahami penanganan sarkoma. Jalur pengambilan jaringan harus diperhitungkan bersama operasi berikutnya agar tidak mengganggu pilihan perawatan.
Kapan Nyeri Tulang Harus Dibawa ke Dokter
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan apabila nyeri tulang terus berlangsung, terasa berat, semakin sering, atau membangunkan tidur. Benjolan yang membesar, pembengkakan tanpa sebab, pincang, serta penurunan kemampuan menggerakkan sendi juga perlu dinilai.
Orang tua tidak perlu langsung menganggap nyeri anak sebagai kanker. Penyakit ini jarang, sedangkan cedera dan nyeri otot jauh lebih umum. Meski demikian, keluhan yang menetap pada satu lokasi tidak seharusnya dianggap sebagai bagian pertumbuhan tanpa pemeriksaan.
Pertolongan darurat dibutuhkan ketika tulang diduga patah, nyeri mendadak sangat berat, anggota tubuh berubah bentuk, atau penderita tidak dapat berdiri. Kelemahan pada kedua kaki, mati rasa di sekitar bokong, serta gangguan buang air juga memerlukan penanganan segera karena dapat menunjukkan tekanan pada sumsum tulang belakang.
Catatan mengenai waktu nyeri, lokasi benjolan, perubahan kemampuan bergerak, obat yang telah diminum, dan riwayat kanker dalam keluarga dapat dibawa saat konsultasi. Informasi yang lengkap membantu dokter memilih pemeriksaan secara lebih terarah.






